KISAH NYATA MALIN KUNDANG SADIS DARI PALU “

by February 14, 2017
HIKMAH 0   493 views 0

Sumber foto Ilustrasi Renungan Islam.com

Reportactual.com – Malin Kundang tak hanya ada dalam cerita. ES, 41, tega mengusir ibu kandungnya, NL, 67, dari rumahnya di kompleks perumahan Jalan Karana, Palu Utara, Palu.

NL, yang sudah memiliki dua cucu, ditemui Radar Sulteng (Jawa Pos Group) di salah satu rumah warga di Kelurahan Mamboro Sabtu siang (11/2). Dia mengungkapkan, selama setahun terakhir tinggal bersama anak dan cucunya, dirinya kerap mendapat kekerasan dari anak kandungnya. Misalnya, tangannya dijepit di pintu rumah, badannya dipukul atau dicubit, bahkan pintu dikunci agar NL tidak bisa masuk ke rumah. Puncaknya, ES mengusir sang ibu dari rumah kontrakannya di Jalan Karana, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara.

Dalam satu minggu terakhir ini dua kali tangan saya dijepit di pintu. Tadi (Sabtu pagi, Red) saya sudah diusir dari rumah. Sebelumnya juga pernah sekali diusir. Tapi, tadi itu (kemarin, Red) pakaian saya sudah dibuang ke luar. Semua tetangga langsung kumpul dan bantu saya,”ucap NL dengan nada pelan saat berada di rumah salah seorang warga.

NL mengaku punya satu anak lagi yang menetap di Kelurahan Petobo, Palu Selatan. Anak itu sangat sayang terhadap NL dan berbeda dengan anak pertama yang suka mengusirnya.  ”Anak saya yang di Petobo sayang sama saya. Tapi, kalau yang tempat saya tinggal sekarang ini lain, sampai-sampai cucu saya ikut-ikutan usir saya dari rumah. Mungkin dia (cucu, Red) tidak ingat lagi bahwa sejak kecil sampai duduk di bangku SMA saya yang besarkan,” tuturnya.

NL tidak habis pikir karena cucunya yang merupakan mahasiswi salah satu akademi kebidanan (akbid) ternama di Kota Palu tega ikut-ikutan mengusirnya dari rumah. ”Sudah sama sifatnya dengan mamanya. Pernah sekali saya mengetuk pintu, cucu saya tidak mau membukakan. Nanti datang mamanya, baru saya bisa masuk,” kata NL.

NL mengaku sering menerima pukulan dari sang anak. Yang lebih parah, anak kandungnya itu memintanya untuk membayar biaya makan selama sekitar 20 tahun tinggal bersama.

Uang hasil deposito rumah saya mereka pakai dan 56 gram emas saya mereka jual. Saat saya minta ganti, mereka bilang potong saja dengan biaya makan selama saya tinggal dengan dia (ES, Red). Per hari itu Rp 30 ribu, tinggal dikalikan saja anak saya bilang,” ungkapnya.

Ditanya soal penyebab anak kandungnya menganiaya dan mengusirnya, NL menyatakan bahwa hal itu bermula saat dirinya meminta uang dan emas yang dulu dipakai anaknya dikembalikan. Rencananya, NL menggunakannya untuk memeriksakan matanya yang sudah rabun.

Anak saya ini tidak percaya kalau penglihatan saya sudah kurang jelas. Bahkan, dia sudah panggil saya ’kamu’ atau ’ngana,’ tidak lagi kata mama,” sebut NL.

NL menjelaskan, soal makanan sehari- hari, tidak disediakan makanan untuknya oleh anak maupun cucunya. NL hanya mencari apa saja yang ditemuinya di dapur. Itulah yang dia makan. Sedangkan anak dan cucunya membeli lauk-pauk di luar dan membawa makanan tersebut ke dalam kamar untuk makan.

Ya biasa saya hanya makan nasi, biasa disandingkan sama garam,” kata NL.

Walaupun mendapat segala perlakuan kasar itu, NL masih menganggap anak dan cucunya tersebut sebagai keluarga. ”Dia masih anak saya dunia akhirat. Saya berharap dia memohon ampun kepada Allah SWT. Meskipun dia tidak lagi anggap saya sebagai orang tuanya, bahkan dia mengaku bisa membeli orang tua sendiri,” ujar NL.

Salah seorang warga setempat yang tak ingin namanya disebutkan mengatakan sudah sangat sering mendengar NL berteriak dari dalam rumah. Bahkan, menurut dia, setelah dijepit, tangan NL sempat memar.  ”Warga di sini sudah sangat jengkel dengan anak dan cucunya,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua RT 05 Kelurahan Mamboro Dasman mengaku tak menyangka bahwa ada anak yang sampai tega memperlakukan ibu kandung sendiri seperti itu.

Saya sudah mendengar cerita dari istri saya. Saat dia usir, saya tak berada di rumah. Rupanya ibu NL sudah aman di salah satu rumah warga dan sudah ada sepupunya yang datang untuk melihat,” terang Dasman.

Hikmah dari peristiwa diatas, hendaknya kita perlakukan ibu / bapak kita dengan baik, santun penuh kasih sayang sebagaimana dulu mereka membesarkan dan merawat kita dengan kasih sayang, jangan berperilaku sebaliknya kepada orangtua kita, kasar, keji, sadis sungguh itu adalah perbuatan orang orang yang bodoh dan pasti akan menerima karma.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa’, 17:23)

Sumber berita http://www.jawapos.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *