BELIKAN MAKAN ANJING, GADIS REMAJA TEWAS TERJEPIT DIANTARA DUA MOBIL “

by March 2, 2018
PERISTIWA 0   427 views 0

Gambar Ilustrasi

Reportactual.com – DENPASAR – Kabar kematian Putu  Nia yang beralamat di Kesiman, Denpasar Timur itu,  membuat shock pihak keluarga. Siswi SMKN 4 Denpasar ini, meninggal setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit Bross, Denpasar menyusul tabrakan maut di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Kamis (1/3). Berawal ingin membeli telur dan makanan untuk anjing kesayangannya, justru berujung maut.

Ditemui kemarin, bibi korban mengungkapkan, sebelum tabrakan itu terjadi, ia bersama korban sempat pergi untuk melakukan pengiriman barang di seputaran Renon.

Dia kan masuk siang, jadi tadi pagi sempat saya ajak ngirim barang dulu ke Renon. Ketika pulang dari ngirim, dia sempet minta dibelikan kue. Karena harganya mahal, jadi saya tidak penuhi permintaannya. Eh sejam kemudian saya menerima kabar Tu Nia meninggal. Saya menyesal tidak dapat memenuhi permintaan terakhirnya,” ungkap wanita paro baya ini.

Wanita asal Kesiman yang tidak bersedia disebutkan namanya ini, mengaku saat ini ayah korban dalam keadaan yang tidak stabil, dan masih belum dapat menerima kematian putri sulungnya.

Bapaknya Tu Nia sempat pingsan dan mengamuk. Dia masih belum bisa menerima kepergian putrinya. Sedangkan ibunya masih lemas di samping jenazah putrinya,” paparnya.

Ketika disinggung, apakah ada firasat buruk sebelumnya, dengan wajah sedih wanita paro baya ini sempat melarangnya untuk pergi.

Dia bilang mau beli telur dan makanan untuk anjing kesayangannya. Saya sempat melarang, tapi dia tetap berkeras. Dia bilang, kasian anjingnya tidak mau makan. Akhirnya justru dia yang meninggal,” paparnya sedih.

Dari pantauan Bali Express, jenazah korban akan dititipkan sementara di RSUP Sanglah sebelum disemayamkan di rumahnya. Menurut keluarga, pihaknya masih berkoordinasi dengan sopir APV dan Honda Jazz untuk masalah biaya.

Mereka bersedia bertanggung jawab, namun proses hukum akan terus berjalan. Kami setuju menitipkan jenazahnya, karena rumah sakit ini tidak menyediakan pelayanan penitipan jenazah, mereka meminta kami menitipkan jenazah Tu Nia ke RSUP Sanglah,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah tabrakan mau terjadi Kamis pagi kemarin (1/3) di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar  menelan satu korban jiwa. Tabrakan mengerikan yang terjadi pada pukul 10.30 tersebut sempat membuat areal Jalan Hayam Wuruk macet total.

Menurut saksi mata, korban Ni Putu Nia, 15, terlihat terjepit di bawah bamper mobil di antara mobil Honda Jazz dengan plat nomor DK 999 OH dan mobil Suzuki APV dengan plat nomor DK 1820 KV. Terlihat motor korban terpental jauh ke pinggir jalan, sedangkan korban masih pelajar SMA ini tubuhnya tergencet dan tertindih di antara dua mobil.

Menurut  saksi mata, Alexander Dimas, 25, dirinya terkejut melihat korban kakinya bergerak di antara roda dua mobil tersebut. Ia bersama masyarakat lainnya berusaha menyelamatkan korban dengan cara menggeser bagian depan kedua mobil tersebut, agar dapat mengevakuasi korban.

Saya tiba di sini sudah rame, orang  – orang pada ramai berkerumun, mereka tidak menyadari ada orang di bawah mobil itu. Saya kaget lihat ada kaki yang bergerak di antara roda dua mobil itu, dua orang sopir itu juga kaget dan ikut membantu untuk menggeser mobil. Setelah  dua mobil itu digeser dengan cara diangkat rame – rame, baru terlihat ada korban dengan posisi setengah telengkup, dan posisi wajah menghadap aspal,” papar Alexander.

Di sisi lain, sopir APV Komang Budiarta, 52 , mengungkapkan dirinya juga terkejut tiba – tiba ditabrak dari arah utara (ditabrak depan dari arah berlawanan), menurutnya ia hanya membawa mobil dengan kecepatan 40 km/jam.

“Saya habis beli bensin dari arah selatan. Pelan kok pejalan mobil saya, hanya 40 km/jam, tau-tau saya lihat dari sisi berlawanan mobil Jazz itu nyalip mobil di depannya, padahal di sisi kanan ada motor yang sedang menepi untuk menyeberang. Kejadiannya sangat cepat, karena mobil Jazz itu ngebut ketika nyalip, dan korbannya terseret hingga mengenai bagian depan mobil saya,” ungkap Budiarta yang tinggal di Jalan Wibisana, Gunung Agung ini.

Sementara itu, sopir mobil Jazz, I Gusti Ngurah Satria Sunandita, 23, terpantau mengantarkan korban ke Rumah Sakit Bross, Renon untuk dievakuasi. Ayah Satria yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), mengaku tidak bersama putranya ketika kejadian tersebut. Namun ia mengikuti putranya dengan kendaraan lain di belakang.

Setelah terlewati jauh, ia malah menemukan mobil Honda Jazz yang dikendarai putranya dalam posisi menabrak mobil lain.

“Sampai sini saya kaget, melihat mobil yang dikendarai anak saya, sudah dalam posisi menabrak dan dikerumuni banyak orang. Jadi ceritanya anak saya Satria, keluar untuk membeli susu anaknya yang berusia 3 tahun. Mungkin karena khawatir jadi dia buru – buru, dan akhirnya terjadi tabrakan itu,” papar Ngurah.

Di sisi lain, korban  yang masih bernafas di lokasi kejadian itu, terlihat tak dapat bergerak. Darah yang mengucur dari seluruh tubuhnya, terlihat menggenang di antara puing – puing bamper mobil yang lepas. Masyarakat sekitar bertindak cepat, dengan menggotong tubuh korban ke dalam mobil yang dimiliki Alexander.

Saya bersama sopir Honda Jazz mengantar korban ke rumah sakit Bross. Karena korban tidak membawa identitas satu pun, saya diminta untuk kembali ke lokasi mencari identitas, agar dapat menghubungi keluarganya. Waktu saya antar ke sana korban masih bernafas. Walaupun memang sudah tidak sadarkan diri,” papar Alexander.
Korban tiba di rumah sakit pada pukul  11.25,  dan langsung mendapatkan pertolongan. Namun akibat luka pada organ dalamnya, benturan pada kepala yang keras dan patah pada bagian paha hingga engsel kaki, akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul  12.30.

Siang itu, jenazah terpantau masih berada di IGD RS Bross dan akan segera dikirim ke RSUP Sanglah untuk dititipkan.

Rencananya kami akan membawa jenazah Tu Nia ke RSUP Sanglah, sebab keluarga masih melakukan mediasi dengan supir APV dan Honda Jazz. Mereka bersedia bertanggung jawab,” ungkap bibi korban yang diwawancarai kemarin.

Sumber berita JawaPos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.