MENJELANG PENCOBLOSAN PILKADA DKI PDIP MULAI RONTOK “

by February 11, 2017
Politik 0   625 views 0

Sumber foto Kompasiana.com

Reportactual.com – Arus gelombang pengunduran diri pengurus dan kader PDIP DKI terus bergulir. Hal ini sangat merugikan partai berlambang banteng moncong putih. Diketahui, pada Pilkada DKI 2017 PDIP tidak sesolid sebelumnya. Alasannya, karena partai ‘moncong putih’ itu mendukung Ahok-Djarot, sehingga banyak kader dan simpatisan PDIP memilih pasangan calon nomor urut 1 dan 3.

Direktur Eksekutif Indonesian for Transparency and Akuntabillity (INFRA), Agus Chairudin‎‎, mengungkapkan, f‎raming dan klaim suksesi Ahok yang massive dilakukan kubu pasangan calon (Paslon) nomor 2 Ahok-Djarot, mengalami degradasi moral secara drastis. Bahkan, berdampak pada ‘kaburnya’ para pendukung.

Klaim Ahok atas suksesi kinerjanya sangat diragukan. Bahkan, saat ini, banyak pendukungnya yang lari,” terangnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (8/2/2017), dilansir Harian Terbit.

Disisi lain, jelang Pilkada DKI 15 Pebruari 2017 mendatang, diawal masa Kampanye banyak terjadi penolakan dan antipati masyarakat DKI menerima Kampanye Paslon no 2, pasca ditetapkannya Ahok sebagai tersangka. Menurutnya, hal itu akibat akumulasi terbukanya kasus-kasus Ahok selama menjabat Wagub dan Gubernur DKI.

Kasus Disposisi Wagub Ahok tunjuk Langsung PT Askes untuk BPJS tanpa lelang terbuka, Disposisi Gubernur Ahok kasus RS Sumber Waras yang abaikan Nota Dinas Kadinkes DKI atas rekomendasi Tim ahli akademisi kajian Pembangunan RS, Kasus Tanah Cengkareng, Kasus Reklamasi dll. Kondisi ini mengakibatkan kader-kader Parpol pendukung Paslon no 2 mengevaluasi dan berfikir sosiologi masyarakat,” ungkap dia.

Sehingga mengakibatkan banyak kader-kader Partai pendukung tarik diri dan mendukung pasangan calon (paslon no 1 atau Paslon no 3, yaitu PDIP Kader Boy Bernadi Sadikin, Hanura-Rachmat HS Cs, Nasdem,” terangnya.

PDIP ‘Rontok’

Fakta Pilgub DKI 2017 PDIP dinilai tidak sesolid sebelumnya adalah akibat keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang mengusung pasangan Ahok-Djarot. Pengurus yang mundur menilai, Ahok-Djarot tidak sejalan dengan wong cilik.

Sebelumnya, ratusan kader dan pengurus PDIP Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan pengurus DPD PDIP mundur. Langkah itu, diikuti struktural partai berlambang moncong putih Jakarta Utara, karena sudah tak sejalan.

Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jakarta Utara Daeng Basri mengungkapkan, alasannya mundur karena menolak pencalonan Ahok. Sebab, program calon petahana yang melanjutkan pembangunan pulau buatan di pesisir Utara Jakarta.

sumber berita pekanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *