GABUNGAN ORMAS ISLAM BANGKA BELITUNG KECAM KERAS PERNYATAAN TERBUKA KETUA WILAYAH GP ANSHOR BABEL”

by January 23, 2017
Nasional 0   587 views 0

Gabungan Ormas Islam Bangka Belitung melakukan konsference pers mengecam pernyataan terbuka Ketua Wilayah GP Anshor Babel

Pernyataan terbuka Ketua Banser Banka Belitung langsung menuai reaksi keras dari ummat Islam di Bangka Belitung. Gabungan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam di Bangka Belitung akan melaporkan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bangka Belitung Masmuni Mahatma ke polisi. Laporan itu mengenai pernyataannya yang dinilai telah menghina dan melecehkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab.

Pada Kamis, 19 Januari 2017, GP Ansor Bangka Belitung menyampaikan pernyataan sikap menolak Rizieq menginjakkan kaki di Bangka Belitung. Rizieq dinilai merusak keutuhan bangsa dan kerukunan umat beragama. Ansor juga meminta Gubernur dan Kapolda tidak memberi ruang kepada Rizieq dan FPI di Bangka Belitung. Menteri Dalam Negeri juga diminta membubarkan FPI dan memproses tindakan anarkis dan mencabut status kewarganegaraan anggota FPI.

Juru bicara aliansi ormas Islam Bangka Belitung, Sofyan Rudianto, mengatakan pihaknya meminta Masmuni dan GP Ansor mencabut pernyataannya. Keduanya dinilai menghina ulama dan menyinggung perasaan muslim secara terbuka. Jika tidak dilakukan, paling lambat 2×24 jam terhitung mulai hari ini, pihaknya akan melaporkan masalah itu ke polisi.

“Apa yang disampaikan Masmuni tidak mencerminkan seorang dosen. Kita akan mendatangi Kementerian Agama yang menaungi STAIN SAS tempat Masmuni mengajar,” ujar Sofyan dalam keterangannya bersama ormas Islam di Umah Ubi Atok Kulop Resto, Ahad, 22 Januari 2017. Mereka juga meminta Masmuni diberhentikan karena dikhawatirkan akan menimbulkan bibit perpecahan dan kebencian di masyarakat.

Sofyan mengatakan aliansi ormas Islam di Bangka Belitung juga menyatakan dukungannya kepada FPI melakukan tuntutan hukum kepada Masmuni atas pernyataan yang telah disampaikan. Menurut dia, tudingan ulama dan khalifah pemecah umat tidak benar dan tidak dibuktikan. Isu bahwa ulama anti-Pancasila, anti-kebhinnekaan, dan mengajarkan radikalisme merupakan propaganda jahat yang dilakukan orang yang menerapkan sistem ekonomi neoliberal.

“Seharusnya tuduhan itu dilayangkan kepada orang yang menerapkan sistem ekonomi liberal dengan menjual aset negara, menjual kekayaan alam Indonesia kepada asing, dan orang yang tunduk kepada kepentingan mereka.” Menurut Sofyan, pernyataan GP Ansor, para ulama di Bangka Belitung telah mengunjungi beberapa tempat utama Islam untuk menenangkan massa agar tidak emosional dan bertindak anarkis.

“Kami sadari ini adalah bola panas yang sengaja mereka lemparkan agar umat Islam di Bangka Belitung merespons dengan kekerasan sekaligus membuktikan tuduhan mereka bahwa Islam radikal itu benar,” ujar dia.

Sabtu kemarin, di kantor PWNU Bangka Belitung, Ketua GP Bangka Belitung Ansor Masmuni Mahatma dan beberapa pengurus dengan didampingi Ketua PWNU Bangka Belitung KH Agus Erwin sudah menyampaikan permintaan maaf terkait dengan pernyataan yang dianggap telah melecehkan ulama itu. Namun pihaknya belum mencabut pernyataan itu dengan alasan pernyataan kelembagaan bukan pribadi pengurus. Pihaknya akan membicarakannya dengan cabang dan berkonsultasi dengan dewan penasihat.

Sumber https://m.tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *