LAUNCHING PAGUYUBAN SEDULUR ANCO RAWA PENING ( PAGSAR )”

by April 27, 2026
BUDAYA LELUHUR 0   30 views 0

para Nelayan Rawa pening berfoto bersama setelah mendirikan PAGSAR ( Paguyuban Seduklur Anco Rawa Pening ), Minggu, 26 April 2026

LAUNCHING PAGSAR, Paguyuban Sedulur Anco Rawa Pening Resmi Dibentuk

Laporan wartawan Reportactual.com Nur Yulianto ( Mas Abi )

Reportactual.com – Banyubiru – Rawa Pening, 26 Mei 2026 – Semangat melestarikan tradisi leluhur dan mempererat persaudaraan antar nelayan Rawa Pening diwujudkan melalui pembentukan Paguyuban Sedulur Anco Rawa Pening (PAGSAR) yang resmi dibentuk pada hari Minggu, 26 April 2026.

Kegiatan launching sekaligus rapat pembentukan paguyuban ini diprakarsai oleh salah seorang nelayan Rawa Pening, Bapak Budi Triyono, dan berlangsung di rumah Bapak Ahmadi, pemilik Pangkalan Perahu Ahmadi, yang berada di sebelah timur Pangkalan Perahu Pak Sis, Desa Bejalen.

Acara tersebut dihadiri sekitar 30 orang nelayan Rawa Pening yang berasal dari wilayah sekitar Bawen, Ambarawa, Tuntang, hingga Banyubiru. Kehadiran para nelayan dari berbagai wilayah ini menjadi bukti kuat bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap budaya nelayan Rawa Pening masih terjaga dengan baik.

Pembentukan Paguyuban Sedulur Anco Rawa Pening (PAGSAR) bertujuan untuk nguri-uri atau melestarikan tradisi dan budaya leluhur masyarakat nelayan Rawa Pening, khususnya tradisi nganco yang telah diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, paguyuban ini juga dibentuk untuk mempererat tali silaturahmi, mengokohkan persaudaraan antar sesama nelayan, serta menjadi wadah bersama agar para nelayan di sekitar Rawa Pening dapat semakin maju, sejahtera, dan memiliki arah perjuangan yang lebih terorganisir.

Dalam rapat pembentukan tersebut, disepakati susunan kepengurusan PAGSAR sebagai berikut:

  • Ketua : Edi Kethel
  • Wakil Ketua : Mas Rendra
  • Sekretaris : Achmad Rifa’i
  • Bendahara : Bapak Ahmadi
  • Sesepuh : Mbah Bejo dan Pakdhe Rohim
  • Penasehat 1 : Budi Triyono, SE
  • Penasehat 2 : Nur Yulianto (Mas Abi) dari Ungaran

“Paguyuban ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi rumah bersama untuk saling menguatkan, saling menjaga, dan saling memperjuangkan masa depan nelayan Rawa Pening” Ujar Budi Triyono kepada Reporactual.com

“Dengan terbentuknya Paguyuban Sedulur Anco Rawa Pening, diharapkan seluruh nelayan dapat semakin guyub, kompak, sejahtera, serta bersama-sama menjaga Rawa Pening sebagai sumber kehidupan, sumber rezeki, dan warisan alam yang harus terus dilestarikan” imbuhnya.

Terbentuknya kepengurusan ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik bagi perjalanan PAGSAR ke depan, dalam menjaga eksistensi nelayan anco sekaligus memperjuangkan aspirasi para nelayan tradisional di kawasan Rawa Pening.

Anco sendiri merupakan salah satu alat tradisional yang digunakan oleh sebagian nelayan di Rawa Pening untuk menangkap ikan. Alat ini mirip seperti jaring angkat atau branjang ikan, namun bersifat lebih praktis dan portabel sehingga dapat dibawa ke berbagai tempat. Dari alat inilah lahir istilah nganco, yaitu aktivitas menangkap ikan menggunakan anco.

Dalam praktiknya, tradisi nganco memiliki beberapa cara yang umum dilakukan oleh nelayan, di antaranya:

  • Menggunakan perahu kecil atau mrahu
  • Dilakukan dari tanggul atau atas jembatan, yang biasa disebut nanggul
  • Turun langsung ke rawa dengan kedalaman sekitar dada ke bawah, yang dikenal dengan istilah nyobok

Tradisi nganco bukan sekadar aktivitas mencari ikan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat nelayan Rawa Pening yang sarat nilai kebersamaan, kerja keras, dan kearifan lokal.

Dengan resmi terbentuknya PAGSAR, para nelayan berharap paguyuban ini dapat menjadi rumah bersama untuk menjaga tradisi, memperkuat persaudaraan, serta memperjuangkan masa depan nelayan Rawa Pening yang lebih baik. Paguyuban ini juga diharapkan mampu menjadi simbol kebangkitan nelayan tradisional agar tetap lestari di tengah perubahan zaman.

Reportactual.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.